Sindrom Akar Syaraf yang Perlu Dipahami

45

Penyebab nyeri punggung bawah umumnya melibatkan penyakit atau cedera pada otot, tulang, dan syaraf tulang belakang. Rasa sakit dampak kelainan organ dalam perut, panggul, atau dada juga dapat dinikmati di punggung. Ini disebut “nyeri alih (referred pain)”. Banyak gangguan di dalam perut, layaknya radang usus buntu, aneurisma, penyakit ginjal, infeksi ginjal, infeksi kandung kemih, infeksi pelvis, dan gangguan ovarium, pada lain bisa mengakibatkan rasa sakit yang dialihkan ke punggung.

Kehamilan normal bisa mengakibatkan nyeri punggung badah dalam banyak hal, juga peregangan ligamen di dalam panggul, syaraf yang teriritasi, dan tarikan di punggung bawah. Dokter Anda akan menangani perihal ini dikala menilai rasa sakit Anda atau anda bisa melihat dokter di perdossi untuk info lebih lanjut.

Nyeri Punggung Bawah Disebabkan Sindrom Akar Syaraf

Sindrom akar syaraf (nerve root syndromes) yakni situasi yang menjadikan tanda-tanda saraf (saraf teriritasi secara seketika), seringkali sebab adanya herniasi (atau tonjolan) diskus/ bantalan di pada tulang belakang komponen bawah. Sciatica yakni figur iritasi seketika akar syaraf. Rasa sakit yang menyengat condong tajam, pengaruhi zona tertentu, dan berkaitan dengan rasa baal di zona tungkai kaki berasal dari suplai syaraf yang terkena.

Herniasi diskus berkembang dikala diskus (bantalan) tulang belakang mengalami degenerasi atau tumbuh lebih tipis. Komponen tengah berasal dari diskus bersifat layaknya jelly, selanjutnya nampak muncul berasal dari rongga tengah dan menyokong ke arah akar syaraf. Diskus intervertebral menjadi mengalami degradasi pada dekade ketiga kehidupan. Diskus yang herniasi ditemukan pada sepertiga orang dewasa yang berusia di atas 20 tahun. Cuma 3% berasal dari kuantitas hal yang demikian yang menjadikan tanda-tanda iritasi saraf.

Sindrom akar syaraf (nerve root syndromes) yakni situasi yang menjadikan tanda-tanda saraf (saraf teriritasi secara seketika), seringkali sebab adanya herniasi diskus atau bantalan di pada tulang belakang komponen bawah. Sciatica yakni figur iritasi seketika akar syaraf. Rasa sakit yang menyengat condong tajam, pengaruhi zona tertentu, dan berkaitan dengan rasa kebal di zona tungkai kaki berasal dari suplai syaraf yang terkena.

Herniasi diskus berkembang dikala diskus (bantalan) tulang belakang mengalami degenerasi atau tumbuh lebih tipis. Komponen tengah berasal dari diskus berbentk layaknya jelly, selanjutnya nampak muncul berasal dari rongga tengah dan menyokong ke arah akar syaraf. Diskus intervertebral menjadi mengalami degradasi pada dekade ketiga kehidupan. Diskus yang mengalami herniasi ditemukan pada sepertiga orang dewasa yang berusia di atas 20 tahun. Cuma 3 prosen berasal dari kuantitas hal yang demikian yang menjadikan tanda-tanda iritasi

Spondilosis berjalan dikala diskus intervertebralis kehilangan kelembapan dan volume sebab umur, yang turunkan ketinggian diskus. Malahan syok mudah dalam situasi layaknya ini bisa mengakibatkan peradangan dan pembengkakan akar syaraf, yang dapat menjadikan sciatica (iritasi pada akar syaraf yang berefek nyeri yang menjalar) panggul klasik tanpa pecahnya diskus

Degenerasi diskus tulang belakang dilengkapi dengan penyakit pada persendian punggung bawah bisa mengakibatkan penyempitan saluran-tulang belakang (spinal stenosis). Perubahan pada diskus dan sendi menjadikan tanda-tanda dan bisa tampak pada cahaya-X. Seseorang dengan stenosis spinal bisa mempunyai rasa sakit yang menjalar ke bawah kedua tungkai kaki dikala berdiri untuk pas yang lama atau malahan berjalan jarak pendek.

Sindrom cauda equina yakni situasi darurat medis dimana sumsum tulang belakang tertekan secara seketika. Material diskus mengembang ke kanal tulang belakang, yang menghimpit syaraf. Seseorang akan mengalami rasa sakit, barangkali kehilangan sensasi, dan disfungsi usus atau kandung kemih. Ini dapat juga ketidakmampuan untuk memegang membuang air kecil yang mengakibatkan inkontinensia (gompol) atau ketidakmampuan untuk menjadi membuang air kecil (retensio air kencing).