Miliarder Tolak Keras Rencana Senator USA Naikkan Pajak Untuk Orang Kaya

23

Miliarder Tolak Keras Rencana Senator USA Naikkan Pajak Untuk Orang Kaya

Senator Elizabeth, Warren dari Massachusetts, USA mengungkapkan rencana dari penambahan pajak para miliarder sebanyak 3%. Rencana tersebut diberi nama “Ultra-Millionare Tax”

Konsultan Pajak Jakarta Selatan – Proposal yang diberikan oleh Warren bertujuan untuk menambah pajak sebanyak 2% bagi warga Amerika Serikat yang memiliki total kekayaaan di atas USD 50 juta atau setara dengan Rp. 706 miliar. Bila harta mereka di atas USD 1 miliar atau setara Rp. 14.1 triliun maka pajak akan ditambah sebanyak 3%.

Nama-nama miliarder yang menetap di USA, seperti Bill Gates diwajibkan untuk membayar pajak lebih banyak.

Yang jadi masalah, kekayaan dari versi pajak Warren hanya memperhitungkan harta keseluruhan saja, sementara itu ada banyak miliarder yang mempunyai harta berdasarkan pada saham yang dimiliki, jadi timbul banyak pertanyaan, bagaimana miliarder harus membayarkan pajak mereka.

Michael Bloomberg, salah satu miliarder paling kaya di Amerika Serikat menentang rencana ini dan mengatakan jika kemungkinan rencan ini sangat tidak konstitusional. Penolakan yang sama dilakukan oleh mantan CEO dari Starbucks yakni Howard Schlutz yang mengatakan jika Warren hanya mencari perhatian public saja.

“Saat saya melihat Elizabeth Warren tampil dengan membawa rencana konyol untuk menambahkan pajak orang kaya sebesar 2% karena itu menjadi headline, hal itu adalah tindakan yang konyol” ujar Schlutz.

Elizabeth Warren merespons kritikan dari kedua miliarder tersebut dengan kalem. “Ada miliarder yang memiliki pikiran jika para miliarder seharusnya tidak bayar pajak lebih banyak, hal ini tidak mengejutkan, namun itulah cara pemerintahan kita membangun masa depan negara” ungkapnya.

Jika rencana pajak miliarder ini disahkan oleh pemerintah, total uang yang dapat dikumpulkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam 10 tahun sekitar Rp. 38.8 triliun. Warren secara resmi mencalonkan dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk tahun 2020 nanti dari Partai Demokrat.

Amerika Serikat memang memiliki banyak miliarder, tercatat terdapat 585 miliarder yang menetap di USA dilanjutkan dengan Tiongkok dengan 373 miliarder, Jerman sebanyak 123 miliarder, India 119 miliarder dan terakhir Rusia dengan total 101 miliarder.